Selasa, 06 Maret 2012

Mengapa Softswitch dibutuhkan ??

Perkembangan kebutuhan manusia yang semakin beragam dan mobile, bergerak dari satu tempat ketempat lain pastilah perlu dan butuh informasi dan komunisasi. Ternyata kebutuhan manusia itu tidak hanya suara tetapi kebutuhan manusia modern saat ini ada kebutuhan data dan suara secra bersamaan. Pertumbuhan data yang bertambah dan bertumbuh luar biasa pesat tumbuh secara exponensial tidak dapat terakomodasi oleh TDM yang beroreantasi dengan konsep circuit switch(TDM) dan legacy yang saat ini ada.

Untuk mengantisipasi kebutuhan data itu, maka digagaslah sebuah konsep dasar layanan yang konvergen. Layanan tersebut dapat diberikan oleh softswitch. konsep layanan yang diberikan oleh softswitch adalah untuk mendukung kebutuhan konvergensi layanan masa datang, yaitu terintegrasinya layanan suara dan data dalam satu platform jaringan tunggal. Oleh karena itu implementasi jaringan berbasis softswitch di pada beberapa operator telekomunikasi didesain untuk menyediakan layanan berupa teleponi, data, Internet, dan multimedia yang saat ini trend dengan istilah Triple play.

Sebagai penyedia layanan teleponi dan data, sistem softswitch harus dapat diimplementasikan sebagai switch kelas 4 (layanan Tunk pada TDM) , switch kelas 5, (layanan Lokal pada TDM)dan titik interkoneksi. Dalam praktek implementasinya, masing-masing jenis kelas tersebut dapat berdiri sendiri atau kombinasi.

Penyediaan layanan teleponi oleh softswitch adalah harus mampu menyediakan layanan teleponi minimal setingkat dengan layanan yang sudah diberikan oleh PSTN dengan berbagai kelengkapan fiturnya. Layanan teleponi yang diberikan juga hendaknya mengakomodasi jenis-jenis layanan TELKOM yang sudah diberikan kepada pelanggan selama ini, diantaranya sebagai berikut:

1. Komunikasi lokal
2. Komunikasi jarak jauh
3. Komunikasi internasional
4. Emergency services
5. Number portability

Selain konsep dasar layanan tersebut, kenapa para operator telekomunikasi berlombah menggunakan sotfswitch adalah antara lain :

1. Softswitch Sebagai Salah Satu Solusi Jaringan Masa Depan (Next Generation Network - NGN) dengan mengembangkan standar yang terbuka untuk menciptakan suatu jaringan yang terintegrasi dengan kemampuan memadukan berbagai kemampuan layanan suara, data dan multimedia secara lebih efisien.

2. Mengurangi biaya CAPEX (Capital expenditure/ biaya modal) an OPEX (Operation expenditure/ biaya operasi).

3. Memperbaiki Penyediaan Layanan yang konvergen hingga dapat menawarkan value- added, Menggelar layanan lebih cepat dan Menyediakan kemampuan untuk end-user dapat memelihara layanan yang diperlukannya.

4. Memfasilitasi migrasi ke jaringan IP.

ARSITEKTUR FUNGSIONAL SOFTSWITCH

Arsitektur fungsional sotfswitch terdiri dari Terdiri dari 4 bidang fungsionalantara lain :

1. Management Plane
Pada bagian bidang ini berfungsi untuk memberikan fungsi-fungsi dari Operation Support System (OSS), yaitu fungsi sistem operasi dan pemeliharaan jaringan, provisioning layanan, network management serta sistem billing.

2. Transport Plane
Transport Plane dibagi dalam tiga domain, yaitu;
IP Transport Domain, yaitu fungsi transport pada layer IP. Domain ini merupakan backbone IP yang dilengkapi dengan border gateway, mekanisme ruting dan QoS (Router, switches, dll),Interworking Domain (Trunk Gateway, Signaling Gateway),
Non-IP Access Domain (Access Gateway (wireline, mobile), Integrated Access Device, Cable modem/MM Terminal Adaptor-MTA, dll).

3. Call Control & Signaling Plane
Adalah bagian jaringan yang berfungsi sebagai pengendali proses pembangunan hubungan dan pemutusan hubungan yang melibatkan elemen-elemen jaringan pada layer yang lain berdasarkan signaling message yang diterima dari Transport Plane. Elemen utama bidang ini adalah softswitch (call agent atau Media Gateway Controller)

4. Service & Application Plane
Merupakan bagian jaringan yang menyediakan dan mengeksekusi berbagai aplikasi layanan di dalam jaringan softswitch. Elemen yang berada dalam bidang ini adalah Application Server dan Feature Server. Service/Application Plane juga mengontrol Media Server yang memberikan fungsi seperti conference, IVR, tone processing, dll.

Functional Elements Softswitch

Jaringan berbasis softswitch dibangun secara modular dari beberapa functional elements seperti gambar berikut :


1. Signaling Conversion Function.
Berfungsi untuk meroutekan dan manipulasi signaling. Proses manipulasi dapat dilakukan secara sederhana, dengan rewriting suatu Request URL tujuan, seperti pada Proxy SIP (sesion initialisatian protocol). Proses manipulasi dapat pula merupakan proses yang kompleks, seperti mengadaptasikan pesan signaling dari satu media transport dan format pesan ke bentuk lain, seperti halnya pada Signaling Gateway SS7.Signaling Gateway SS7 (sistem signalling no.7) atau dalam bahasa inggrisnya CCS#7 (common channel signalling no.7), setelah mengadaptasikan pesan akan meroutekan pesan ke suatu tujuan, misalnya MGC, AS, atau perangkat lain.

2. Media Gateway Function
Interface MG ke jaringan paket menggunakan access-endpoint, trunk jaringan atau sekumpulan endpoint atau trunk. MG mentransformasikan media dari satu format transmisi ke bentuk lainnya. Pada umumnya berbentuk sirkit jaringan ke bentuk paket (VoP) atau mengubah dua bentuk paket yang berbeda ATM (asyncronous Transfer mode) dan IP(Internet Protocol)

3. Media Gateway Controller Function.
Fungsi MGC adalah untuk mengontrol Media Gateways dan Signaling Gateways.
MGC menangani proses call setup dan teardown, mendeteksi dan memproses events, startup/shutdown gateway menggunakan database konfigurasi yang melacak trunk groups dan sirkit pada trunk. Dikenal dengan berbagai nama, diantaranya Softswitch, Call Agent, atau Call Controller. Merupakan tugasi dari MGC untuk memelihara status pada suatu koneksi panggilan

4. Application Server Function
Application Server (AS) merupakan entitas yang mengeksekusi aplikasi.
Tugas utamanya adalah menyediakan service-logic dan mengeksekusi satu atau lebih aplikasi dan/atau layanan.

5. Media Server Function
Fungsi dari Media Server adalah menyediakan pemrosesan media untuk mendukung aplikasi seperti messaging, audio dan video conferencing, music-on-hold, dll.

6. Accounting FunctionAF
Berfungsi untuk mengumpulkan informasi call-accounting untuk keperluan billing.


Medan, 6 Pebruari 2012, @materi dari beberapa sumber training...

Tidak ada komentar: