Senin, 02 November 2009

Pengenalan Port Number

Mungkin kita sudah gak asing ama istilah port number, tapi buat yang belum tahu port adalah sebuah lubang yang memungkinkan suatu (data)untuk memasukinya. Komputer bisa dikatakan memiliki 2 macam port,yaitu port fisik dan port perangkat lunak. Port fisik adalah slot yg ada pada bagian belakang CPU, sedangkan port perangkat lunak adalah port yg dipakai oleh software saat melakukan koneksi dengan komputer lain.Nah yg berhubungan secara langsung dengan kegiatan kita saat bermain dgn internet adalah port perangkat lunak. Port perangkat lunak ini dapat kita bedakan menjadi 3, yaitu:

a)well known port
port jenis ini memiliki range dari 0-1023,semula sih hanya memiliki range dari 0-255 tapi oleh IANA(Internet Assigned Number Authority)dilebarkan menjadi range tadi yg disebutkan diawal. Pada kebanyakan sistem port pada range ini hanya dapat dipakai oleh root,atau oleh program yang dijalankan oleh user. Karena range-nya dari 0-1023 maka port2 terkenal seperti ftp(21),ssh(22),telnet(23),http(80) termasuk dalam jenis ini.

b)Registered Ports
memiliki range dari 1024-49151, port jenis ini tidak ditujukan untuk service tertentu dari suatu server. Lalu apa gunanya dong?? hehehe, port pada range ini biasanya digunakan oleh Networking utlites seperti Browser, Email Client, FTP software untuk berkomunikasi dengan remote server. Biasanya Networking utlites akan membuka secara acak port pada range ini untuk terhubung dgn remote server. Port number pada range inilah yang membuat kita dapat melakukan surfing di internet,melakukan pengecekan e-mail,dll. Jadi sangat berguna kan? hehehe Port ini akan membuka sementara ketika kita sedang menjalankan sebuah aplikasi sehingga apabila kita menutup aplikasi tersebut maka secara otomatis port ini pun akan tertutup dgn sendirinya(ingat Networking utlites membukanya secara acak)

c)The Dynamic/Private Ports
memiliki range dari 49152-65535, biasanya sih digunakan oleh sebagian besar trojan(waaaaaaaa..), tapi ada juga sih program yang memkai port ini terutama program yang memerlukan range port number yang besar, seperti pada Sun yang menjalankan RPC pada port 32768.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat :

C:\windows>netstat -a
Active Connections
Proto Local Address Foreign Address State
TCP juve:1031 juve.box.sk:ftp ESTABLISHED
TCP juve:1036 juve.box.sk:ftp-data TIME_WAIT
TCP juve:1043 banners.egroups.com:80 FIN_WAIT_2
TCP juve:1045 mail.kalteng.net.in:pop3 TIME_WAIT
TCP juve:1052 banners.boxnetwork.net:80 ESTABLISHED
TCP juve:1053 mail.kalteng.net.in:pop3 TIME_WAIT
UDP juve:1025 *:*
UDP juve:nbdatagram *:*

Mari kita ambil satu baris dari contoh diatas :

Proto Local Address Foreign Address State TCP juve:1031 juve.box.sk:ftp ESTABLISHED

data diatas menunjukan pada kita bahwa:
*Protocol: TCP (ini adalah Transmission Control Protocol atau TCP, User Datagram
Protocol atau UDP, IP atau Internet Protocol)
*Nama lokal sistem: juve (ini adalah nama dari lokal sistem yang kita
setting pada windows setup)
*Lokal port yang terbuka dan digunakan pada saat melakukan koneksi ini
adalah: 1031
*Remote Sistem: juve.box.sk (ini adalah non-numerical form dari sistem
dimana kita terkoneksi)
*Remote Port: ftp (ini adalah port number dari remote sistem
kalteng.box.sk dimana kita terkoneksi)
*Keterangan koneksi: ESTABLISHED

sumber Penulis :juventini
====================================================================================
Dari puluhan nomor port bahkan ratusan nomor port yang ada, tentu saja kita tidak membutuhkan semua. Port banyak membantu kita saat melakukan port surfing. Kegiatan port surfing adalah melakukan penjelajahan dari port-port yang ada terutama area well
known port (baca TCP/IP). Port ini secara standard digunakan untuk menangangi system (dikenal sebagai root).

Port 7. Nama ngepopnya adalah echo. Kegunaannya adalah apapun yang kita ketik host akan menjawab atau merespon. Biasa digunakan untuk perintah ping.

Port 9. Dikenal dengan discard Dev/null. Dipakai untuk meneruskan sesuatu yang bersifat sampah alias dummy.

Port 11. Sebutannya systat. Dipakai untuk mencari informasi tentang seorang pemakai.

Port 13. Nama kerennya daytime Time and date. Port ini digunakan untuk mengetahui waktu dan tanggal dari lokasi komputer diakses.

Port 15. Dikenal dengan netstat. Digunakan untuk mendapatkan informasi tentang network.

Port 19. Nama kerennya adalah chargen. Digunakan untuk membanjiri port dengan aliran data karakter ASCII.

Port 21. Nama ngepopnya adalah FTP (File Transfer Protocol). Port ini untuk melakukan proses tranfer file.

Port 22. Nama ngepopnya adalah ssh. Singkatan dari secure shell login. Dipakai untuk jalur aman proses manipulasi data (encrypted tunnel), karena data akan diacak.

Port 23. Dikenal dengan telnet. Port ini digunakan untuk melakukan login ke suatu komputer, jika kita tidak memiliki ssh.

Port 25. Sebutannya adalah smtp. Digunakan untuk melakukan proses pengiriman email dan proses test email.

Port 37. Sebutannya adalah time. Menunjukkan waktu saat ini.

Port 39. Dikenal dengan nama RLP. Digunakan untuk mencari lokasi sumber (resource location).

Port 43. Nama popnya adalah whois. Digunakan untuk mendapatkan info dari suatu host dan network.

Port 53. Sebutannya adalah domain name server (DNS). Digunakan untuk mencari DNS.

Port 70. Kerennya dipanggil adalah gopher. Digunakan oleh program pencari info kuno bernama gopher.

Port 79. Sebutannya finger. Digunakan untuk mendapatkan informasi tentang seorang pemakai.

Port 80. Sebutannya http Web Server. Digunakan untuk oleh web server untuk melayani internet browser http.

Port 110. Sebutannya adalah pop. Digunakan untuk jalur surat masuk (incoming email).

Port 443. Nama topnya adalah shttp. Digunakan oleh webserver sebagai jalur aman (secure).

Port 512. Sebutannya biff. Digunakan untuk mendapatkan pesan pemberitahuan surat (mail notification).

Port 513. Nama kerennya adalah rlogin. Digunakan untuk melakukan remote login.

Port 514. Dikenal dengan shell remote command. Digunakan untuk perintah jarak jauh biasanya tanpa menggunakan password.

Port 520. Sebutannya adalah route. Digunakan untuk proses routing information protocol.

sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/port-internet/

Repeater, Bridge, Router dan Gateway

Repeater, Bridge, Router dan Gateway

router-repeater-kitRepeater, Bridge, Router dan Gateway Networking Add comments Mungkin ada di antara kita sering mendengar atau menggunakan istilah-istilah pada judul di atas. Namun apa beda masing-masing dari istilah itu?

REPEATER (bekerja pada Physical Layer)
Digunakan untuk mengatasi keterbatasan (jarak, kualitas sinyal) fisik suatu segmen jaringan.
Dapat juga digunakan untuk menggabungkan beberapa segmen suatu jaringan yang besar (misalnya Ethernet to Ethernet)
Namun dalam membangun jaringan fisik yang besar, perlu diperhatikan bahwa aturan panjang kabel maksimum tidak dapat dilampaui dengan menggunakan repeater ini. Contohnya, kabel coaxial 50 ohm pada Ethernet hanya bisa total sampai 2,3 km dan batasan ini tidak dapat diatasi dengan menggunakan repeater.
Karena bekerja pada physical layer, repeater tidak dapat menghubungkan misalnya antara protokol data link layer yang berbeda (misalnya Ethernet dengan Token Ring). Hal ini disebabkan karena repeater mempunyai bit korespondensi dengan data link atau network layer.

Hub mempunyai fungsi sebagai repeater, oleh karena itu hub kadang juga disebut sebagai multiport/modular repeater.
Harap diperhatikan, penggabungan dua atau lebih segmen network dengan menggunakan repeater akan mengakibatkan seluruh traffic data akan menyebar ke seluruh jaringan, tanpa memandang apakah traffic data tsb diperlukan atau tidak di seluruh jaringan. Jika jumlah station semakin banyak, dan traffic data sangat tinggi, maka beban pada backbone jaringan tentunya akan menjadi berat. Akhirnya kinerja jaringan akan menurun, dan kelambatan akses akan terasa.
Untuk itulah dalam merancang sebuah network, seorang network administrator memerlukan pengetahuan dan antisipatif terhadap beban jaringan yang akan terjadi.
Pengetahuan tentang topologi fisik, logic, manajemen traffic jaringan, jenis dan karakteristik protocol pada masing-masing physical sampai dengan application layer sangat diperlukan.

BRIDGE - bekerja pada Data Link layer (2)
Bridge mengatur (melalui filtering atau forwarding) frame data per segmen, sehingga jika w/s 1 akan mengirim data ke w/s 2, frame tidak akan diteruskan (forward) ke segmen 2. Hal ini mengakibatkan beban jalur setiap segmen menjadi optimal, dan overhead traffic pada setiap segmen dapat dikurangi.
Sekarang kita bahas mengenai jenis-jenis bridge.
Transparent Bridge
Melakukan bridging antara 2 atau lebih segmen LAN. Jenis bridge ini juga dapat melakukan bridging pada jenis media physical layer yang berbeda (UTP, coax, fiber dll). Pengaturan bridge jenis ini dapat dilihat pada dokumen standar IEEE 802.1D.

Translating Bridge
Adalah jenis bridge yang mampu untuk melakukan bridging antar protocol pada data link layer (contoh Ethernet dengan Token Ring). Dengan demikian terjadi proses konversi jenis frame data dan transmission rate masing-masing protocol. Proses ini dilakukan pada preamble dan FCS (frame check sequence).
Pada bagian lain kita akan membahas pula bagaimana menghitung performance network dalam hubungannya dengan penerapan kedua jenis bridge ini.
Masalah yang ada pada segmentasi Ethernet
Dasar dari dibaginya sebuah network dalam beberapa segmen yang menggunakan bridge mengacu pada rancangan topologi jaringannya. Misalnya dalam sebuah network yang terdiri dari departemen A dan B, maka untuk mengurangi overhead traffic jaringan secara keseluruhan dibuatlah segmen fisik A dan B. Dengan tujuan agar traffic pada segmen A jika tidak diperlukan ke segmen B, benar-benar hanya berlalulalang di segmen A saja.

Telah kita ketahui bahwa bridge melakukan filtering dan forwarding frame pada masing-masing segmen nya yang menimbulkan konsekuensi jika filtering dan forwarding rate menjadi besar maka akan mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.

Teknologi switching hub menjawab permasalahan ini dengan cara kerja sebagai berikut:
Saat sebuah node akan berhubungan dengan node lain yang berbeda segmen, peralatan ini akan menjadi bridge dan membuka sebuah jalur langsung ’sementara’ dengan acuan source dan destination address Ethernet nya.

Switching hub bekerja pada Ethernet MAC (Media Access Control) sublayer.
Setiap port pada hub jenis ini dapat menjamin throughput nya tetap 10 Mbps. Karena jika pada hub non switch, jika terdapat misalnya 8 port Ethernet, maka dalam hitungan mudahnya setiap port akan hanya memperoleh 10 Mpbs / 8 port = 1,25 Mbps.

Switching hub
Switching hub bekerja pada Ethernet MAC (Media Access Control) sublayer.
Diagram hubungan antara OSI dan IEEE 802 standar
MAC = Media Access Control
802.3 - CSMA/CD (di Ethernet)
802.4 - TOKEN BUS
802.5 - TOKEN RING
802.6 - DQDB MAN (Distributed Que Dual Bus Metropolitan Area Network)

Buffering pada switch
Pada switch hub digunakan minimal sebuah CPU dan memory untuk melakukan packet buffering. Sebuah switch mampu menerima semua paket data dalam koneksi yang ada secara serentak. Kemudian paket data diteruskan hanya kepada alamat tujuan (destination address).
Setiap paket berisi dua MAC layer address yaitu alamat pengirim (source) dan tujuan (destination). Switch akan menyimpan dalam sebuah tabel MAC address yang digunakan untuk mencocokan koneksi yang harus dilakukan. Penggunaan tabel ini juga untuk menentukan kemana paket data harus dikirim. Jumlah tabel MAC address biasanya juga terdapat dalam spesifikasi switch, yang dapat mencapai ribuan alamat.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kapasitas memory dalam switch. Karena perlu diingat pula bahwa bentuk lalu lintas paket data dapat dibagi dua golongan yaitu : peer to peer/point to point dan satu ke banyak koneksi (one to many, misalnya w/s ke server).

Beberapa teknik yang digunakan pada switching hub:
internal bus - pada high end switch -> gigabytes
shared memory / packet bus
memindahkan satu koneksi dalam switch ke koneksi lain

Parameter penting lainnya adalah ukuran packet per second (pps). Sebagai contoh sebuah merk switching hub dapat memproses sampai dengan 150.000 pps pada koneksi 100baseT (fast ethernet) dan 1/10 nya pada koneksi 10baseT.

Metode kerja switching
Cut through, yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Cara kerjanya adalah, ketika sebuah bagian paket diterima, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat tujuan. Proses ini tidak dilakukan dengan cara mengumpulkan terlebih dahulu seluruh paket, baru kemudian dikirim. Jika koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima tsb pada buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.

Potensi terjadinya network overhead dapat terjadi ketika network digunakan pada aplikasi yang bersifat mem-broadcast paket data, misalnya network games. Switching dapat digunakan
untuk mengatasi masalah ini, melalui pembatasan jalur spt telah diterangkan di atas (lihat juga posting sebelumnya). Adapula switching hub yang dapat diatur pembatasan distribusi paket broadcast ini.

Aplikasi dan disain jaringan dengan switch
Sebuah server yang menangani berbagai workstation, biasanya menggunakan beberapa network interface card (NIC) yang diatur segmentasinya berdasarkan aplikasi jaringannya, misalnya per departemen. Sebagai alternatif lain, cara seperti ini dapat dilakukan pula dengan lebih mudah dan efektif dengan menggunakan switching hub.

Contoh kasus dalam disain:
Dalam skenario di bawah ini, masing-masing workstation masih menggunakan ethernet card 10baseT (10 megabits per second).
Koneksi Fast Ethernet 100baseT digunakan untuk server, sedangkan port lainnya digunakan untuk dihubungkan dengan 2 buah hub 10baseT. File server sesuai dengan fungsinya akan menerima dan mengirim data pada rate yang sangat tinggi, sedangkan workstation akan mengirim paket data dengan kemungkinan (probabilitas) tanpa terjadinya collision. Skenario seperti ini biasanya akan memperbaiki kinerja jaringan secara keseluruhan. Mengapa? Karena jika segmen jaringan mempunyai kapasitas yang sama, throughput dari switch hub ke file server masih lebih tinggi dibandingkan dengan hub pada level di bawahnya. Dan switch dapat secara langsung melakukan routing packet dalam segmen fisik jaringan secara lebih cepat.

Switch dan Virtual LAN (VLAN)
Teknik switching hub yaitu melakukan routing packet Ethernet berdasarkan source dan destination address nya.
Mengapa diperlukan segmentasi atau partisi dalam jaringan? Pertimbangannya adalah : 1) Keamanan (security), 2) Kinerja jaringan.
Security diperoleh dari pembatasan akses ke suatu server dengan pembatasan routing paket data. Kinerja dapat dipertahankan dengan mengatur routing packet, khususnya broadcast packet dalam suatu VLAN.

Lalu bagaimanakah menggabungkan keduanya dalam suatu skema yang simpel yang juga memudahkan topologi fisik suatu jaringan? Teknik VLAN dapat diterapkan untuk ini, karena VLAN dapat membuat suatu segmentasi logic dalam suatu jaringan.
VLAN dapat melakukan partisi/segmentasi dengan dua cara yaitu berdasarkan nomor port pada switching hubnya atau alamat MAC dari workstation-nya.
Perlu diketahui bahwa TIDAK semua switching hub dapat melakukan VLAN, apalagi jika beberapa switching hub saling dihubungkan. Walaupun dari merk yang sama, ada atau tidaknya kemampuan ini perlu diteliti terlebih dahulu.

Kapan menggunakan switch dan router?
Kapan menggunakan switch dan router adalah pertanyaan yang selalu menggelitik bagi para network manager dalam merancang suatu jaringan. Rangkaian tulisan ini mencoba mengupas secara gamblang tentang berbagai aspek yang menyangkut penggunaan switching hub dan router.

Perbedaan mendasar antara switch versus router dan bridge adalah router dan bridge menggunakan metode ’store and forward’. Sedangkan switch bekerja dengan cara on the fly switching. Router mengambil seluruh paket sebelum paket tersebut diteruskan ke tujuan. Metode store and forward membawa seluruh frame data ke dalam peralatan, yang kemudian di-buffer untuk dalam sebuah satuan waktu. Akan lebih jelas jika kita memperhatikan TCP/IP layers, seluruh frame header akan melewati layer data link kemudian dibawa ke layer di atasnya yaitu network layer untuk diketahui tipe dari frame nya. Baru kemudian diteruskan ke alamat network yang dituju melalui data link layer kemabli. Proses ini berlaku untuk seluruh frame yang melintas di router.

Lain halnya dengan switch yang hanya mengambil 20 byte pertama dari sebuah frame. Karena switch tidak mengambil seluruh frame, namun hanya pada alamat tujuan (destination address) sebelum meneruskan frame tersebut ke alamat tujuan, maka network latency atau jeda (delay) yang terjadi akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan router.

Secara kalkulatif, per frame mempunyai delay selama 30 microsecond menuju dan keluar dari switch. Untuk bridge dan router, latency yang ditimbulkan dapat mencapai lebih dari 2000 microsecond per frame untuk dapat melakukan koneksi pada secara timbal balik.

Untuk menentukan cara apakah yang akan dipakai, diperlukan perencanaan yang matang khususnya dalam menganalisis volume lalu-lintas data dalam LAN dan WAN (lihat seri tulisan ini berikutnya mengenai cara menghitung estimasi volume traffic pada jaringan). Apalagi jika jaringan akan digunakan untuk keperluan Intranet yang mempunyai banyak workstation/client dengan berbagai aplikasi termasuk multimedia, sudah barang tentu traffic dalam jaringan LAN akan menjadi sangat besar. Dengan demikian potensi terjadinya latency atau delay juga akan semakin besar. Akhirnya kinerja jaringan secara keseluruhan akan tidak optimum dan end-user akan mengatakan bahwa aksesnya lambat!

Perlu juga digarisbawahi bahwa switch dapat memecahkan masalah jika memang masalah disebabkan oleh bottleneck jaringan khususnya pada layer data link. Karena lambatnya akses data/informasi pada jaringan sangat mungkin juga disebabkan oleh faktor kinerja dari server, disk atau aplikasinya.

Cara kerja switch
Jika akan menggunakan switching hub, diperlukan beberapa informasi dasar untuk menentukan pilihan switch, yaitu dengan mengetahui cara kerjanya.

- Cut through
Yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Pengiriman dilakukan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan seluruh paket. Tetapi ketika alamat tujuan diketahui, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat itu. Untuk satu paket Ethernet (1518 byte) proses ini memerlukan waktu hanya selama 40 microsecond. Dalam keadaan koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima untuk dimasukkan ke dalam buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.

- Store and forward
Cara kerjanya dilakukan dengan mengumpulkan seluruh paket hingga lengkap ke dalam memory switch dan melakukan pemeriksaan kesalahan dengan metode CRC (Cyclic Redundancy Check). Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses untuk setiap paket Ethernet adalah 1,2 milidetik. Karena diperlukan memory yang cukup, ada potensi terjadinya latency dalam store and forward switch ini yang disebabkan oleh penuhnya memory yang ada untuk menampung seluruh paket dan tabel dari ntwork address.

Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and forward switch.

Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids. Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang. Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.

Layer 3 Switching (L3S)
Layer 3 switching atau IP switching yang diperkenalkan tahun 1997 adalah teknologi Ethernet switching yang menggunakan informasi IP address untuk menyeleksi dan menentukan jejak data dalam network.

Packet switching throughput dapat mencapai jutaan paket per detik (pps.) Secara hardware, router biasa mengandalkan kemampuan mikroprosesor dari mesin yang digunakan. Sedangkan Layer 3 switch menggunakan application-specific integrated circuit (ASIC) yang dapat menghasilkan thoroughput lebih tinggi.

Untuk mencapai unjuk kerja maksimum, selain penggunaan Layer 3 switching juga diperlukan faktor lain yaitu route processing dan intelligent network.

di sadur dari link blog :http://ekoari.blog.uns.ac.id/2009/04/17/repeater-bridge-router-dan-gateway/

Referensi:
Susan Biagi, Switching VS Routing, STACK, The Network Journal For VARS and Integrators,
Juli 1994, hal 13.
Stuart Hamilton, Cisco Manager of Enterprise Network Design, Layer 3 Switching - Looking beyond Performance, Packet ™ Magazine Archives, Third Quarter 1998
Ed Mier, Rob Smithers, Tom Scavo, Bob Neubaum, Business Communication Review, Layer 3 Switches–Ready to Route Volume 28, Number 10 October 1998, hal 34-40

Kamis, 29 Oktober 2009

NEW TELKOM INDONESIA



" Tanggal 23 Oktober 2009 " merupakan hari yang bersejarah bagi Telkom tahun ini merupakan ulang tahun yang ke 153. Sejarah telah mencatat bahwa perebutan instansi PTT (Pos Telepon dan telegraf) oleh pemuda pejuang telekomunikasi saat itu adalah awal dari kebangkitan Pertelekomunikasian di Indonesia.

23 Oktober 2009 ini juga merupakan tonggak sejarah baru bagi Telkom Indonesia. Telkom sebagai salah satu perusahan telekomunikasi terbesar di Indonesia senantiasa perlu berbenah diri, melakukan evaluasi tehadap apa yang diinginkan oleh Pelanggan, apa yang dibutuhkan oleh pelangan dan bagaimana melayani pelanggan dengan service yang prima dan excelent.

Perubahan adalah sesuatu yang abadi,kepompong berubah menjadi ulat, ulat berubah menjadi kupu-kupu. Berubah kerena lingkungan yang berkembang berubah karena tantangan yang sangat berat. sama halnya dengat ulat tadi agar perusahan tetap exist dalam menyongsong persaingan bisnis yang semakin keras dan kejam, regulasi yang dikeluarkan penguasa, konvergensi teknologi dan persainganan bisnis yang ketat adalah genderang sebagai pemicu untuk berubah dan berubah.

Mulai 23 oktober Telkom Indonesia telah melakukan perubahan fortopolio bisnis dari FMM (Fixe,Multimedia,Mobile) menjadi sebuah perusahaan yang core bisnis focus pada TIME (Telecomunication,Information,Media,edutainment). Dengan perubahan ini maka corporate identity menjadi berubah, budaya menjadi berubah. Positioning market juga berubah kuncinya adalah dengan "LIVE CONFIDENT" Yaitu :

Expertise,Empowering,Assured,Progresive,Heat.

" keahlian dan dedikasi kami pada kemajuan akan memberikan keyakinan bagi semua pelanggan kami untuk mendukung kehidupan mereka dimanapun mereka berada "

" THE WORD IN YOUR HAND"
"SELAMAT HARI JADI TELKOM INDONESIA" mari kita menuju ke Ip fundamental..menuju ke full NGN (next Generation Network), generasi masa kini.

Kamis, 06 Agustus 2009

Raibnya si 6235

Kok malas sekali bangun dihari Sabtu 1 Agustus pagi ne, badanku pegel-pegel,Panas dingin emang cuaca pada beberapa minggu terakhir agak kurang bersahabat, banyak yang sakit. saya dengar juga tiga tekaje tiga hampir separuh sakit. dari sekilas info deman pulak itu, wah...khawatir juga sama info flu yang mewabah ini.

Dengan sedikit memaksakan diri kusiram juga badan ini dengan air dingin yang dicampur dengan air hangat. water heater gak kunjung datang juga (emang pernah pesan apa?). Mulailah starter mobil dan meluncur menuju skull, semangatku masih cukup tinggi tuk mengajar hari ini, keringat masih mengucur setelah selesai mandi.

Listrik seperti kebiasan hariannya masih byar-plet alis idup-mati, Aku masih bersabar saat infocus hilang gambarnya. Beruntung kelas lain tak mati idup. saat 5 menit sebelum bell berdering aku sudah meninggallkan kelas. (udah gak sanggup lagi), badanku nambah panas dingin, meluncur pulang dan sehabis makan siang kutelan mixsagrip dan ctm untuk menghentikan cairan lendir yang terus meleleh dihidungku.Tidur......

Habis bangun...tidur lagi, tidur lagi...tidur lagi....sama seperti lagu mbah surip yang tidur terus , "Alhamdulilllah ya Allah engkau masih sayang dan membangunkan aku dari tidurku".

Nah saat bangun tidur aku sudah tak menemukan Plexi N6235 sudah tak kuketahui lagi dimana rimbanya, apakah tinggal dikelas ? apakah tinggal dimobil? ataukah terjatuh saat turun mobil? tak taulah aku yang jelas saat di call Plexi sudah tidak aktif lagi.

Semoga Plexi yang raib dapat kembali kepangkuanku, andakah orang yang dapat menemukannya? semoga ada yang terketuk mengembalikannya. Amin

Jumat, 31 Juli 2009

Hari Pertama Tahun Pembelajaran baru

Sabtu 25 Juli 2009, hari pertama melangkahkan kaki menelusuri kelas demi kelas. Hari ini kaki agak pegel dikit, tangga demi tangga harus dihitung (step by step) kata sejarah perteleponan. Sedikit ngos-ngosan akhirnya sampai juga aku kelantai tiga... kelas baru untuk anak anak dua tees dua dan dua tees tiga. Aku berhenti sebentar menarik nafasku yang mesih terengah-engah. Rupanya hari ini nambah satu lantai dari kebiasaan menghitung seperti halnya tahun lalu. Yach gak pah-pah lah nambah olahraga baru menaiki tangga gedung.

Lampu mati idop-mati idop-mati dari awal masuk kelas tees dua diakhir di kelas tees satu. Konon katanya kelas tees satu ne agak lebih adem ....he...he...he... tapi nyatanya anak anak ini akibat adanya kemiripan lagu BBB sudah tambah satu keahlian lagi "ahli kipas" (ihik...ihik...ihik...). ada juga yang menambah celetupan bayar mahal kog masih gerah....? waduh klo itu gak tau aye! yang salah kan PLN kok mati-idop trus. susana gerah itu serasa suasana kek lagu BBB yang dinyanyikan olgah syahputra.

Warna baju uniform baru anak-anak tuh kelihatan sedikit berbeda : merah menyala bak bata merah dicampur sedikit lurik garis-garis hijau (silau gak bro ?), jauh berbeda dengan anak-anak yang saat ini kelas tiga yang memakai uniform biru bergaris memanjang.

Okelah warna keknya gak menjadi masalah asal aku tau aja mana kelas satu, dua dan tiga .....biar beda aja gitu. merah itu warna berani. berani mengemukakan pendapat...berani belajar lebih...berani menghafal lebih.... dan berani untuk maju serta berani untuk memulai dari sekarang (4 M kata aak Gimnastyar).

Berani untuk maju adalah berani untuk mencoba, adalah lebih baik salah disaat kita sudah mencoba dan berani memperbaiki kesalahan yang dilakukan tentunya lebih baik dari pada tak pernah mencoba sama sekali. Berangkat dari itu mulailah dari sekarang melek dengan ICT (Information, Comunication and telekomunication)mulai dengan menbuka acount email, mulailah belajar membuat blog dan belajarlah bagaimana orang-orang berinteraksi lewat Facebook. Hayo siapa berani? siapa duluan..? wait n see

Senin, 29 Juni 2009

Memulai untuk menulis kembali

Rindu juga rasa hati untuk menulis kembali setelah beberapa lama tak menulis. Booming Face book beberapa bulan membuat aku keasikan menulis,chatting,upload dan download foto serta curhat dalam FB. Memang temanku tak seberapa paling banyak komentar tentu dari sejumlah murid dan beberapa orang teman dari kominitas golfer.

Bicara soal golf, ingatanku kembali tertuju dikalender almanak 16 juni s/d 20 Juni 2009, saat managemen Netre sumbagut melaksanakan evaluasi dan management review di Bayamir Hotel Batam. Review ini sekaligus sebagai tempat persinggahan untuk transit ke Singapura. maklumlah pada minggu tersebut di singapura sedang diadakan " Telecomunication Expo".

Kalau ingat Singapura, kembali ingatan pada taon 2008 yg lalu saat mau melihat expo pertama kalinya. Aku termasuk orang yang paling sebel dengan negara itu. 2 jam aku pernah ditahan masuk imigrasi. Gak tau apa gara gara fotoku brewokan kayak teroris atau karna namaku yang cuma satu suku kata wallahulam bisawab. Entahlah yang pasti aku takkan mau lagi berkunjung kesana. Belum lagi pengalaman membeli kamera digital yang palsu waduh Singapura ini bagiku hampir sama dengan pengalaman di Beijing yang banyak tipuannya.

Ketika orang-orang memutuskan menyeberangi selat malaka melancong ke Singapura, aku membelokkan arah kemudi jetfoil menuju ke utara untuk menyeberang ke Pulau Bintan. memang sebelum berangkat aku sudah mempersiapkan alat mencangkul itu ketika namaku tercantum dalam peserta workshop. Ternyata benar..... surprise ..... luar biasa lapangan golf di RIA Bintan viewnya sangat indah, apalagi dihole 9, konon Ria Bintan lapangan terbaik di Asia tenggara bahkan Asia. Alhamdulillah aku sudah pernah memainkan driver dan putter disana bahkan sempat birdie di hole 11, sesuatu yang hal yang sangat didambahkan para golfer. Bermalan di Nirwana resort dan 2 kali main di lapangan yang mempunyai 27 hole adalah suatu yang sangat diidamkan setiap orang yang mengaku golfer....luar biasa. kapan-kapan aku akan kembali kesana. selamat tinggal Ria Bintan.............

sy@hrul.